jam

Minggu, 07 Januari 2024

Memahami Apa Itu Bisnis Retail dan Karakteristiknya



Bisnis retail punya potensi keuntungan luar biasa. Pahami apa itu retail dan karakteristiknya agar usaha berjalan sesuai harapan.

Di era perkembangan ekonomi yang makin cepat dewasa ini, tentu Anda sudah cukup sering mendengar mengenai bisnis ritel. Bahkan bisa jadi, Anda ingin memulai bisnis ritel Anda sendiri saat ini. Jika memang demikian, sudahkah Anda memahami dan mengerti lebih dalam apa itu retail dan fungsinya?


Apa itu Bisnis Ritel

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai bisnis ritel, amat penting bagi Anda untuk mengetahui apa itu bisnis ritel secara jelas dan gamblang untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai bisnis ini sebelum terjun secara langsung di dalamnya. Pada dasarnya, bisnis ritel adalah bisnis yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan atau eceran. Konsumen yang membeli produk atau jasa secara eceran ini bertujuan untuk mengonsumsinya atau menggunakannya secara pribadi dan tidak menjualnya kembali.

Bisnis ritel berbeda dari bisnis grosiran. Konsumen bisnis ritel tidak menjual kembali produk yang telah dibelinya, sementara konsumen bisnis grosir menjual kembali produk yang telah dibelinya. Hal ini berdampak besar pada harga barang yang ditawarkan di level ritel dan grosir.

Lantas bagaimana rantai persediaan barang pada bisnis ritel berjalan? Tentu Anda wajib memahami ini jika ingin terjun di bisnis ritel. Rantai persediaan barang bisnis ritel terdiri dari produsen, grosiran, peritel, dan konsumen. Produsen secara langsung berhubungan dengan bisnis grosir, kemudian bisnis grosir menjual pada peritel, lalu peritel menjualnya kembali pada konsumen yang menggunakan produk tersebut secara langsung.


Fungsi Bisnis Ritel

Menjadi bagian terakhir dari rantai persediaan produk memberikan fungsi tersendiri bagi bisnis ritel. Untuk menjadi pebisnis ritel yang sukses, memahami fungsi bisnis ritel adalah hal yang krusial. Berikut beberapa fungsinya secara umum.

1. Ujung tombak pemasaran produk

Fungsi bisnis ritel yang utama adalah menjadi bagian terakhir dari rantai pasokan barang dari produsen ke konsumen. Fungsi bisnis ritel amat penting untuk menjaga agar produsen bisa fokus dalam memproduksi barang tanpa harus terganggu oleh banyaknya usaha yang harus dilakukan untuk berhadapan dengan konsumen yang ingin membeli produk untuk dikonsumsi. Tanpa adanya bisnis ritel, produsen harus memikirkan bagaimana menghasilkan produk yang bisa bersaing dengan produk lain sembari berhubungan dengan konsumen. Hal ini bisa mengganggu proses produksi dan mengacaukan kesediaan barang.

2. Memudahkan konsumen mendapatkan produk

Bisnis ritel juga berfungsi sebagai perantara untuk memudahkan konsumen dalam membeli barang. Bayangkan saja jika saat Anda membutuhkan sebuah barang Anda harus membelinya ke pabrik terlebih dahulu, tentu akan sangat merepotkan. Berapa banyak pabrik yang harus dikunjungi jika Anda ingin belanja bulanan? Di sinilah fungsi bisnis ritel untuk memudahkan konsumen membeli barang secara satuan dan menyediakan berbagai jenis barang dalam satu lokasi.

3. Membantu promosi produk

Fungsi penting lain bisnis ritel adalah untuk menawarkan produk kepada konsumen secara maksimal. Itu sebabnya pada bisnis ritel jenis apapun, selalu memiliki tenaga penjualan atau sales marketing, pelayanan pelanggan, serta katalog produk. Bisnis ritel tidak sekadar menjual barang, namun juga termasuk mempromosikan barang dan mengedukasi konsumen akan produk yang dijualnya.

4. Mengobservasi pasar

Dikarenakan bisnis ritel berhubungan langsung dengan konsumen, maka ritel sekaligus menjadi ujung tombak untuk mengetahui perilaku konsumen dan tren pasar. Bisnis ritel mendapatkan timbal balik langsung dari konsumen, sehingga bisnis ritel bisa mengembalikannya pada grosiran atau produsen. Dengan demikian, keberlangsungan produk bisa terjaga.


Karakteristik Bisnis Ritel

Memahami dengan baik apa itu bisnis ritel dan tahu benar apa fungsinya tidak serta merta membuat seseorang mampu menjalankan bisnis ritel dengan baik. Jika Anda sungguh-sungguh ingin terjun dalam dunia bisnis ritel, Anda perlu memahami karakteristik bisnis ritel secara utuh. Dengan memahami secara utuh karakteristik bisnis ritel, Anda bisa memikirkan strategi yang tepat untuk memulainya.

Berikut ini beberapa karakteristik penting bisnis ritel yang wajib Anda tahu sejak sebelum memulai bisnis. Bahkan ketika bisnis sudah berjalan nantinya, Anda bisa melakukan perubahan dan penyesuaian untuk memastikan keberlangsungan bisnis Anda.

1. Bisnis ritel menjual barang dalam jumlah satuan

Dalam menjual barang, bisnis ritel melakukannya dalam jumlah satuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan bagaimana mempromosikan barang untuk menarik minat pembeli. Cara mempromosikan barang pun harus bisa menjelaskan fitur dan keuntungan yang dimiliki produk yang bersangkutan entah itu secara gamblang dan panjang lebar, atau secara singkat, padat, dan jelas.

Karena menjual barang dalam jumlah satuan, bisnis ritel juga harus menyediakan stok barang untuk konsumen. Kunci penting dari menyediakan stok barang adalah bagaimana peritel bisa menyediakan barang kapan pun konsumen membutuhkannya.

2. Bisnis ritel berhadapan secara langsung dengan konsumen

Sebagai akhir dari rantai persediaan barang, maka bisnis ritel akan berhadapan dan berhubungan langsung dengan konsumen. Bisnis ritel perlu memiliki sistem dan proses pembayaran produk yang tidak ribet, cepat, dan mudah. Terjun di bisnis ritel juga berarti perlu memahami persaingan harga pasar agar bisa memberikan harga terbaik bagi konsumen dan mendapatkan profit yang maksimal. Banyak bisnis ritel yang memberikan layanan lebih dalam meraih konsumen seperti menyediakan toko offline dan online, konsultasi belanja, dan banyak hal ekstra lainnya.

3. Bisnis ritel memiliki berbagai jenis sesuai kebutuhan konsumen

Dengan karakteristik bisnis ritel yang melayani konsumen dalam jumlah masif dan tak jarang melibatkan banyak produk di dalamnya, maka secara otomatis bisnis ritel terbagi dalam beragam jenis. Berikut jenis-jenis bisnis ritel yang perlu Anda ketahui:

1. Toko serba ada

Disebut toko serba ada (grocery store) karena jenis bisnis ritel ini menyediakan banyak kategori produk yang umumnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari konsumen. Beberapa kategori produk yang tersedia antara lain makanan segar, makanan kalengan, snack, minuman, kosmetik, kebutuhan dapur, kebutuhan kamar mandi, serta kebutuhan rumah tangga lainnya. Contoh fisik dari toko serba ada adalah department store, supermarket, mini-market, dan lain sebagainya.

2. Toko khusus yang menjual satu jenis produk atau layanan saja

Selain toko serba ada, ada pula toko khas atau toko yang hanya menjual satu jenis produk atau layanan saja—meski kadang tidak terbatas pada satu merek produk saja. Bisnis ritel model ini biasanya memiliki rentang kategori yang sempit namun fokus. Beberapa contohnya adalah bengkel, showroom mobil, restoran, toko obat, toko mainan, toko perhiasan, toko pakaian, dan masih banyak lainnya.

3. Pengecer non-toko

Kemajuan teknologi, khususnya dalam bidang komunikasi dan internet, menghasilkan jenis bisnis ritel baru yang terus berkembang setiap harinya yaitu pengecer non-toko. Mereka yang terjun di bisnis ritel non-toko memanfaatkan email, website, aplikasi mobile, hingga telepon untuk menjual produk eceran mereka.


Inspirasi Bisnis Ritel yang Menguntungkan

Bisnis ritel memiliki potensi yang besar mengingat pasarnya adalah konsumen perorangan yang terus bertumbuh setiap waktu. Konsumen ini pulalah yang menentukan tren bisnis ritel mana yang sedang diminati dan punya potensi paling menggiurkan. Nah, berikut adalah beberapa inspirasi bisnis ritel yang berpotensi mendatangkan keuntungan yang besar bila digarap dengan baik secara maksimal.

1. Kedai kopi

Sudah bukan rahasia lagi jika bisnis ritel yang satu ini tengah booming dan selalu diminati oleh konsumen. Menjamurnya kedai-kedai kopi di hampir setiap kota di Indonesia menjadi indikator bahwa bisnis ini sangat potensial. Tak masalah apakah itu usaha kedai kopi kecil hingga kedai kopi waralaba, kebutuhan konsumen akan kopi sebagai bagian dari gaya hidup membuat bisnis ritel yang satu ini bisa dipertimbangkan.

2. Ritel online

Bagi Anda yang jeli melihat potensi pasar daring atau online, maka Anda akan sadar jika bisnis ritel online potensinya masih amat sangat besar. Dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus tumbuh, potensi berjualan barang atau jasa secara online pun makin menjanjikan. Bisnis ritel online mengandalkan interaksi penjual dan pembeli lewat antarmuka pengguna baik melalui komputer PC maupun smartphone. Bahkan, dengan modal yang sangat terbatas pun Anda bisa mulai berjualan dengan bergabung lewat marketplace besar yang banyak tersedia.

3. Jasa laundry

Gaya hidup masyarakat perkotaan masa kini sudah semakin sibuk sehingga menyisakan tidak banyak waktu untuk mengerjakan urusan domestik rumah tangga. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengakomodir penggunaan jasa pembantu rumah tangga untuk mengatasinya. Jasa laundry menjadi salah satu solusi cepat dan mudah yang menjawab kebutuhan tersebut. Itu sebabnya, bisnis ritel jasa laundry waralaba punya potensi besar, khususnya di kota-kota besar Indonesia. Tak perlu ribet soal strategi dan sistemnya, sebab Anda tinggal mengikuti aturan yang disediakan waralaba tersebut.

4. Bengkel

Pertumbuhan industri otomotif yang meningkat tiap tahunnya memberikan dampak positif bagi bisnis ritel seperti bengkel dan sejenisnya. Kendaraan-kendaraan yang semakin banyak di jalanan membutuhkan perawatan, dan bengkel adalah jawabannya. Memang, kendala terbesar pada usaha bengkel adalah modal usahanya. Namun, Anda tak perlu khawatir karena terdapat banyak bank yang bisa memberikan dana bantuan modal yang bisa diangsur secara ringan.

5. Klinik kecantikan

Tuntutan akan penampilan yang maksimal membuat banyak orang tak ragu untuk berbondong-bondong datang ke klinik kecantikan demi mendapatkan perawatan wajah dan tubuh. Kondisi ini menghadirkan potensi keuntungan yang tinggi pada bisnis ritel klinik kecantikan. Ada banyak waralaba klinik kecantikan yang bisa Anda pilih. Biasanya, tiap klinik kecantikan juga memiliki produknya sendiri yang bisa dijual. Dengan demikian, potensi keuntungan Anda bisa berlipat ganda.

6. Toko gadget

Perkembangan teknologi juga berdampak di industri elektronik, khususnya gadget. Setiap harinya, ada banyak teknologi baru yang dikembangkan dan dibenamkan pada gadget seperti smartphone, kamera, jam tangan, dan lainnya. Itu sebabnya bisnis ritel berjualan gadget punya potensi keuntungan yang juga sangat tinggi. Dengan diluncurkannya smartphone baru setiap tahunnya, konsumen tentu ingin berganti smartphone. Bisa dibilang, potensi keuntungannya rutin dan tidak akan ada habisnya.

Memulai bisnis ritel memerlukan perencanaan yang matang dan modal yang cukup. Dengan pemahaman yang baik mengenai bisnis ritel, Anda akan mampu membuat sebuah perencanaan bisnis yang matang. Lebih baik lagi jika didukung oleh adanya modal yang cukup. Jangan ragu untuk mengajukan pinjaman modal pada bank yang terpercaya agar bisnis ritel Anda berjalan dengan baik.

Kini, HSBC pun hadir dengan menawarkan produk dan fitur yang bisa membantu Anda meraih sukses dalam bisnis ritel, mulai dari tabungan bisnis hingga pinjaman usaha. Temukan penawaran terkini atau cari tahu lebih lanjut tentang HSBC Retail Business Banking di tautan di bawah ini.

Rabu, 28 November 2012

Tips Kesehatan Praktis Hidup Sehat, Diet, Obat Herbal & Tradisional Tips & cara-cara praktis soal kesehatan, mengenali penyakit sejak dini termasuk kanker payudara, penyakit ginjal wanita, serangan jantung. Baca hasil penelitian soal obat, bagaimana diet yang tepat, senam dan olahraga, boosting your energy, makanan sehat dan nutrisi alami. Benarkah Es Teh Sebabkan Penyakit Ginjal? Rabu, 28 November 2012 12:00 Hati-hati, jangan terlalu sering minum es teh, sebab bisa sakit ginjal. Hmm... benarkah kabar tersebut? 45 Persen Penderita HIV/AIDS Adalah Generasi Muda Selasa, 27 November 2012 15:00 Dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia, 5 persen di antaranya diidap oleh generasi muda. Kekurangan Zinc Bisa Memicu Diabetes Selasa, 27 November 2012 10:00 Penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa kekurangan zinc bisa memicu penyakit diabetes. Sudah Ada Aplikasi Mobile Pendeteksi Kanker Payudara Selasa, 27 November 2012 09:30 Kini telah ada aplikasi mobile yang dapat mendeteksi kanker sejak dini. Segera downlod aplikasinya. Temukan link di dalam artikel ini... Bawang Putih, Si Kecil Berdampak Besar Selasa, 27 November 2012 09:12 Ada potongan kecil bawang putih di makanan Anda? Kunyah saja, supaya jantung kita lebih sehat. Tips Membersihkan Miss V di Toilet Umum Untuk Mencegah Keputihan Senin, 26 November 2012 14:00 Keinginan buang air kecil bisa datang kapan saja. Saat terpaksa buang air di toilet umum, Anda harus cermat agar tidak terkena keputihan. Ibu Ini Temukan Terapi Jitu Menghindari Makanan Fast Food Senin, 26 November 2012 11:30 Susah ngasih tahu anak tentang makanan yang mengandung bahan pengawet? Mungkin Anda bisa coba tips dari ibu pintar berikut ini. Yogurt Dapat Mencegah Darah Tinggi Senin, 26 November 2012 09:30 Dalam sebuah penelitian terbaru, yogurt terbukti dapat mencegah tekanan darah tinggi. Kanker Payudara Pria Lebih Berbahaya Minggu, 25 November 2012 13:30 Tahukah Anda bahwa sebenarnya kanker payudara pada pria jauh lebih mematikan dan berbahaya ketimbang pada wanita? Kurang Tidur Bisa Bikin Gemuk Sabtu, 24 November 2012 19:00 Rahasia langsing itu sederhana kok. Jika tak ingin tubuh bertambah gemuk dan tetap langsing, pastikan saja tidur Anda cukup.

Selasa, 16 Oktober 2012

PENTINGNYA KESEHATAN

PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN hidup sehat merupakan dambaan semua orang, namun harus dan perlu selalu di ingat dimana kesehatan tubuh tidak dapat di peroleh secara instan sekali, tetapi harus diperoleh melalui usaha-usaha yang dimaksud yaitu pencegahan dan perawatan. kesehatan adalah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan, dan pendidikan. hanya dengan kondisi yang baik serta tubuh yang prima manusia dapat melaksanakan aktivitas kehidupan yang baik.

Selasa, 25 September 2012

sistem ekonomi

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.


 Sistem Ekonomi Gerakan Benteng


Sistem ekonomi Gerakan Benteng merupakan usaha pemerintah Republik Indonesia untuk mengubah struktur ekonomi yang berat sebelah yang dilakukan pada masa Kabinet Natsir yang direncanakan oleh Sumitro Djojohadikusumo (menteri perdagangan). Program ini bertujuan untuk mengubah struktur ekonomi kolonial menjadi struktur ekonomi nasional (pembangunan ekonomi Indonesia). Programnya adalah:

  • Menumbuhkan kelas pengusaha dikalangan bangsa Indonesia.
  • Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
  • Para pengusaha Indonesia yang bermodal lemah perlu dibimbing dan diberikan bantuan kredit.
  • Para pengusaha pribumi diharapkan secara bertahap akan berkembang menjadi maju.

Gagasan Sumitro ini dituangkan dalam program Kabinet Natsir dan Program Gerakan Benteng dimulai pada April 1950. Hasilnya selama 3 tahun (1950-1953) lebih kurang 700 perusahaan bangsa Indonesia menerima bantuan kredit dari program ini. Tetapi tujuan program ini tidak dapat tercapai dengan baik meskipun beban keuangan pemerintah semakin besar. Kegagalan program ini disebabkan karena :

  • Para pengusaha pribumi tidak dapat bersaing dengan pengusaha non pribumi dalam kerangka sistem ekonomi liberal.
  • Para pengusaha pribumi memiliki mentalitas yang cenderung konsumtif.
  • Para pengusaha pribumi sangat tergantung pada pemerintah.
  • Para pengusaha kurang mandiri untuk mengembangkan usahanya.
  • Para pengusaha ingin cepat mendapatkan keuntungan besar dan menikmati cara hidup mewah.
  • Para pengusaha menyalahgunakan kebijakan dengan mencari keuntungan secara cepat dari kredit yang mereka peroleh.

Dampaknya adalah program ini menjadi salah satu sumber defisit keuangan. Beban defisit anggaran Belanja pada 1952 sebanyak 3 Miliar rupiah ditambah sisa defisit anggaran tahun sebelumnya sebesar 1,7 miliar rupiah. Sehingga menteri keuangan Jusuf Wibisono memberikan bantuan kredit khususnya pada pengusaha dan pedagang nasional dari golongan ekonomi lemah sehingga masih terdapat para pengusaha pribumi sebagai produsen yang dapat menghemat devisa dengan mengurangi volume impor.


sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian